Program Kerja

PROGRAM KERJA GERAKAN KEBANGKITAN PETANI

(1) PRODUKSI PUPUK ORGANIK

Selain untuk meningkatkan hasil pertanian baik untuk tanaman keras maupun lunak, pupuk organik sangat cocok digunakan dialam tropis ini, karena tidak meninggalkan residu di dalam tanah dan membuat tanah menjadi gembur. Residu yang bertumpuk didalam tanah dalam jangka waktu panjang akan merusak unsur hara didalam tanah yang berakibat tanah menjadi keras dan menggumpal.

Ada tiga unsur yang sangat menentukan tingkat kesuburan tanah di lahan pertanian yaitu unsur biologi, fisika dan kimia, ketiga unsur ini saling terkait dan harus seimbang. Ketimpangan unsur didalam kandungan tanah akan mematikan unsur biologi didalam tanah, tanah menjadi semakin keras dan tidak dapat menyimpan air. Kalau sudah terjadi ketimpangan ini, pemulihannya akan memakan waktu lama dan memakan biaya yang besar.

Kesadaran para petani untuk menggunakan pupuk organik masih rendah karena mereka hanya berpikir pada nilai ekonomis jangka pendek sehingga tanah dieksploitasi secara maksimal tanpa memperdulikan kesimbangan unsur tanah tersebut di atas, untuk itu menjadi tugas bersama bagaimana menyadarkan para petani dengan kembali menggunakan pupuk organik agar kesimbangan unsur kimia tanah kembali seperti semula. Perlunya kepedulian Pemerintah didalam mengatur mekanisme pasar untuk mengurangi ketergantungan pupuk kimia dan pemberdayaan PPL dalam menjalin kerjasama dengan Gapoktan untuk kembali menggunakan pupuk alam dan pupuk organik.

Lokasi usaha pembuatan pupuk organik ini berada di Kecamatan Reban Kabupaten Batang, dan menyerap 50 relawan Gerbang Tani yang berasal dari berbagai desa. Relawan tersebut diharapkan akan mentranfer keterampilan pembuatan pupuk organik sehingga pada suatu saat para relawan akan mampu memproduksi sendiri, baik untuk kepentingan lahan sendiri maupun komersial.

(2) BUDIDAYA SORGHUM

Di banyak negara biji sorgum digunakan sebagai bahan pangan, pakan ternak dan bahan baku industri. Sebagai bahan pangan dunia, sorgum berada pada urutan ke-5 setelah gandum, padi, jagung dan barley (ICRISAT/FAO, 1996). Di negara maju biji sorgum digunakan sebagai pakan ternak unggas sedang batang dan daunnya untuk ternak ruminansia. Biji sorgum juga merupakan bahan baku industri seperti industri etanol, bir, wine, sirup, lem, cat dan modifikasi pati (modified starch). Terkait dengan energi, di beberapa negara seperti Amerika, India dan Cina, sorgum telah digunakan sebagai bahan baku pembuatan bahan bakar etanol (bioetanol

Pada saat ini, Gerbang Tani Jawa Tengah bermitra dengan lebih dari 500 Kepala Keluarga petani di wilayah Kab. Batang dan Grobogan untuk melakukan budidaya Sorghum di atas lahan seluas 60 hektar. Adapun hasil ”malai” nya diekspor ke luar negeri, bulir sorghum dibudidayakan sebagai makanan dan kudapan alternatif, pakan ternak, dan unsur pupuk organik. Batang pohon sorghum kami manfaatkan untuk bahan baku bio-ethanol dan lok jamur.

(3) REBOISASI HUTAN DAN AGROFORESTRY

Indonesia merupakan Negara kepulauan yang mempunyai keanekargaman hayati yang sangat banyak dan memiliki hutan hujan tropis yang luasnya nomor dua setelah Brazil. Negeri ini memiliki daratan 1,3% dari luas daratan dunia, namun memiliki 10% keanekaragaman hayati tanaman dunia, 12% jumlah mamalia, 17% reptil dan binatang amphibi serta 17% species burung dunia. Kekayaan dan keanekaragaman hayati tersebut kini sudah banyak menghilang sejalan dengan tingginya laju degradasi lahan dibanding laju rehabilitasi. Data WRI tahun 1998 menyatakan sekitar 72% hutan asli Indonesia telah musnah.

Hal itulah yang melatarbelakangi semangat kebersamaan antar pihak yang terkait untuk mengelola Sumber Daya Alam agar terwujud kelestarian hutan untuk mencapai masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera dan memotivasi Gerakan Kebangkitan Petani Jawa Tengah melakukan Reboisasi Hutan dan Agroforestry yang bertujuan (1) menyalurkan aspirasi masyarakat desa hutan dalam rangka pengelolaan hutan bersama-sama dengan Perhutani dan Dinas Kehutanan dan Perkebunan; (2) meningkatkan rasa kepedulian masyarakat desa hutan terhadap lingkungan hutan bagi kehidupan kini dan yang akan datang; (3) meningkatkan taraf hidup masyarakat desa hutan; serta (4) mengadakan kerjasama dengan pihak  lain yang berkepentingan dalam pengelolaan hutan.

Reboisasi Hutan dan Agroforestry tersebut diharapkan mampu memberdayakan ekonomi masyarakat hutan secara terpadu guna peningkatan daya saing produk agroindustri domestik dan internasional.

(4) BUDIDAYA CACAO / COKLAT

Kakao (Theobroma Cacao) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang sesuai untuk perkebunan rakyat, karena tanaman ini dapat berbunga dan berbuah sepanjang tahun, sehingga dapat menjadi sumber pendapatan harian atau mingguan bagi pekebun. Tanaman kakao berasal dari daerah hutan hujan tropis di Amerika Selatan. Di daerah asalnya, kakao merupakan tanaman kecil di bagian bawah hutan hujan tropis dan tumbuh terlindung pohon-pohon yang besar.

Oleh karena itu dalam budidayanya, tanaman kakao memerlukan naungan. Sebagai daerah tropis, Indonesia yang terletak antara 6º LU – 11º LS merupakan daerah yang sesuai untuk tanaman kakao. Sebagai tananam yang dalam budidayanya memerlukan naungan, maka walaupun telah diperoleh lahan yang sesuai, sebelum penanaman kakao tetap diperlukan persiapan naungan. Oleh karena itu persiapan lahan dan naungan, serta penggunaan tanaman yang bernilai ekonomis sebagai penaung merupakan hal penting yang perlu diperhatikan dalam budidaya kakao.

Gerakan Kebangkitan Petani Jawa Tengah Cabang Kabupaten Kebumen sedang melakukan proses kemitraan dengan LMDH, Perum Perhutani, Dinas Perkebunan di Kabupaten Kebumen untuk melakukan budidaya kakao sebagai tanaman empon-empon di bawah tegakan (naungan). Adapun daerah hutan yang akan menjadi wilayah kerja meliputi Kecamatan Karanggayam, Karangsambung, Sadang, Wadaslintang yang masuk Kabupaten Kebumen, dan DAS Lukula.

(5) BUDIDAYA TANAMAN KINA

Kina merupakan tanaman obat berupa pohon yang berasal dari Amerika Selatan di sepanjang pegunungan Andes yang meliputi wilayah Venezuela, Colombia, Equador, Peru sampai Bolivia. Daerah tersebut meliputi hutan-hutan pada ketinggian 900 – 3.000 m dpl. Bibit tanaman kina yang masuk ke Indonesia tahun 1852 berasal dari Bolivia, tetapi tanaman kina yang tumbuh dari biji tersebut akhirnya mati. Pada tahun 1854 sebanyak 500 bibit kina dari Bolivia ditanam di Cibodas dan tumbuh 75 pohon yang terdiri atas 10 klon. Nama daerah : kina, kina merah, kina kalisaya, kina ledgeriana

Pada tahun 1939 Indonesia merupakan pemasok 90 % kebutuhan kina dunia dengan luas areal tanam 17.000 ha dengan produksi 11.000 ton kulit kering/tahun. Akibat terlantarnya kebun kina dan terjadinya penebangan besar-besaran sejak Perang Dunia II sampai tahun enam puluhan, areal dan produksi kina Indonesia menurun Kebutuhan kulit kina dirasakan semakin meningkat, seiring dengan pertumbuhan penduduk yang meningkat pula. Kulit kina merupakan bahan baku obat penyakit malaria dan penyakit jantung. Obat tersebut sangat diperlukan untuk kesehatan manusia. Di samping sebagai bahan obat, kina sebagai bahan baku kosmetika, minuman penyegar dan industri penyamakan.

Beberapa dekade yang lalu produksi kina Indonesia kalah oleh pordusen dari Afrika. Tetapi saat ini produksi di Afrika mengalami penurunan. Saat ini adalah saat yang dianggap tepat untuk melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi perkebunan kina. Prospek agribisnis kulit kina sangat cerah, dan permintaan pasar internasionalpun semakin meningkat tetapi belum bisa terpenuhi. Dengan mengingat mutu kina Indonesia yang sangat prima, Perkebunan kina di wilayah Kabupaten Batang di hamparan seluas 320 hektar akan menjadi sektor agribisnis yang diperhitungkan.

(6) BUDIDAYA TANAMAN PRODUKTIF

Penggagasan bisnis melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan bagi pertanian sebagai upaya mengangkat petani dari jurang kemiskinan sekaligus kepedulian terhadap lingkungan dapat dilakukan dengan beberapa hal. Berikut ini kami paparkan budidaya tanaman produktif yang dilatarbelakangi oleh 4 (empat) hal, yaitu keprihatinan terhadap kerusakan lingkungan, pengentasan kemiskinan, krisis kayu sebagai bahan baku industri, dan menyongsong persaingan di era globalisasi.

a.   Kerusakan Lingkungan

Keprihatinan pada kondisi lingkungan tersebut menjadi fokus renungan penggagas program pemberdayaan masyarakat ini. Diharapkan program yang direncanakan terlaksana secara berkelanjutan di tahun-tahun mendatang untuk masa depan yang lebih baik.

 b.   Krisis kayu sebagai bahan baku industri

Adanya krisis terhadap bahan baku kayu pada industri-industri berbahan dasar kayu menyebabkan dampak yang cukup besar. Kekurangan bahan baku ini menyebabkan terjadinya pengurangan produksi industri tersebut yang juga berdampak terhadap tingginya harga produk berbahan dasar kayu.

c.  Pemberdayaan masyarakat

Ketersediaan sumberdaya alam dan sumberdaya manusia sangat menentukan keberhasilan program penanaman tanaman Jabon Merah ini. Dalam penanaman Jabon Merah ini penerapan teknologi yang tepat guna di wilayah pedesaan senantiasa harus mempertimbangkan sistem padat karya.

d.  Menyongsong persaingan di era globalisasi

Kekayaan alam yang dikelola secara baik dan benar akan menghasilkan produk unggulan yang berkualitas serta mampu bersaing di tengah pasar bebas yang telah diberlakukan. Produk kayu khsusnya kayu Jabon Merah akan memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk unggulan di masa yang akan datang.

e.  Adaptasi terhadap perubahan iklim dan isu pemanasan global

Karbon dioksida (CO2) merupakan gas utama penyebab pemanasan global, yang akan berakibat pada perubahan iklim yang menyebabkan banjir dan kekeringan, perubahan ekosistem hutan dan daratan, dan kemudian berpengaruh pada kesehatan manusia. Tahun 1994, 83% peningkatan radiasi gas rumah kaca disebabkan oleh CO2, 15 % CH4 dan sisanya N2O dan CO (Ministry of Environment, 2001). Jumlah emisi CO2 terbesar di Indonesia disebabkan oleh deforestasi dan konversi lahan (74%), diikuti konsumsi energi (23%) dan proses industri (3%). Untuk mengatasi masalah ini,upaya yang dilakukan diantaranya adalah mengurangi konsumsi energi dan mencari energi alternatif yang lebih bersih, pembangunan ruang terbuka hijau, pembangunan permukiman yang berkelanjutan, dan sistem transportasi umum yang ramah lingkungan.

Beberapa alternatif budidaya tanaman produktif sangat didukung oleh para investor yang siap bermitra dengan kaum petani. Petani pemilik lahan diajak bermitra oleh investor sehingga biaya penanaman dan perawatan (termasuk pemupukan) ditanggung oleh investor dengan besar biaya yang telah ditentukan. Pihak pengelola bertanggung-jawab mencarikan pasar dan menjembatani pembelian hasil panen sebagai bahan baku industri dengan harga yang transparan, pengelola dan petani mempunyai hak mengawasi sehingga petani wajib mengoptimalkan perawatan komoditi tanaman. Beberapa contoh komoditi tersebut adalah: Jabon, Sengon, Ketela pohon, Kina, Shorgum, dan lain sebaginya.

(7) PENGEMBANGAN PADI ORGANIK

Gerakan Kebangkitan Petani mendukung desain besar untuk mewujudkan Jawa Tengah sebagai lumbung padi organik. Komitmen tersebut diwujudkan dengan sosialisasi dan kerja sama kemitraan terus menerus dengan petani di wilayah Jawa Tengah untuk mengembangkan padi organik. Adapun varietas yang kami kembangkan adalah :

a.     Varietas Batang Lembang

Spesifikasi : Butiran panjang, tidak aromatik / tidak wangi, pulen.

Keunggulan : Aman dikonsumsi penderita diabet karena indeks glikemiknya rendah, hanya 54 (disebut beras sehat). Beras dengan indeks glikemik > 70 tidak aman dikonsumsi penderita diabet; ditanam dengan menggunakan pupuk organik cair tanpa pupuk unorganik sehingga beras yang dihasilkan benar-benar bebas bahan kimia; tekstur berasnya pulen tida pero sehingga mudah dicerna.

b.     Varietas Mentik Susu

Spesifikasi : Butiran bulat kecil, aromatik / wangi, warna beras putih seperti susu, pulen.

Keunggulan : aroma beras wangi; tekstur berasnya pulen mudah dicerna; ditanam dengan menggunakan pupuk organik cair tanpa pupuk unorganik sehingga beras yang dihasilkan benar-benar bebas bahan kimia.

c.     Varietas Sintanur

Spesifikasi : Butiran bulat sedang, aromatik / wangi, pulen.

Keunggulan : Kadar amilosa 18%, indeks glikemik 91, aroma beras wangi akan bertambah wangi saat dimasak sehingga menimbulkan selera makan; ditanam dengan menggunakan pupuk organik cair tanpa pupuk unorganik sehingga beras yang dihasilkan benar-benar bebas bahan kimia.

(8) AGROPOLITAN JAWA TENGAH

Agropolitan adalah konsep pembangunan berdasar-kan aspirasi masyarakat bawah yang tujuannya tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tapi juga mengembangkan segala aspek kehidupan sosial (pen-didikan, kesehatan, seni-budaya, politik, pertahanan-keamanan, kehidupan beragama, kepemudaan, dan pemberdayaan pemuda dan kaum perempuan). Agropolitan merupakan bentuk pembangunan yang memadukan pembangunan pertanian (sektor basis di perdesaan) dengan sektor industri yang selama ini secara terpusat dikembangkan di kabupaten/kota tertentu saja. Secara luas pengembangan agropolitan berarti mengembangkan perdesaan dengan cara mem-perkenalkan fasilitas kota/modern yang disesuaikan dengan lingkungan perdesaan. Ini berarti tidak mendorong perpindahan penduduk desa ke kota, tetapi mendorong mereka untuk tinggal di tempat dan menanamkan modal di daerah perdesaan, karena kebutuhan-kebutuhan dasar (lapangan kerja, akses permodalan, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan sosial-ekonomi lainnya) telah dapat terpenuhi di desa. Dimungkinkan, karena desa telah diubah menjadi bentuk campuran yang dinamakan agropolis atau kota di ladang. Gerbang Tani Jawa Tengah secara terpisah menciptakan konsep agropolitan Provinsi Jawa Tengah secara terpadu dan menopang satu sama lain.

(9) PENGEMBANGAN KEMITRAAN TERUS MENERUS

Dalam mewujudkan cita-cita besar itu, Gerakan Kebangkitan Petani Jawa Tengah telah melakukan program kemitraan dan pembinaan komunitas petani secara langsung dengan prinsip keterpaduan, produktivitas, efektivitas, kemandirian, dan kelangsungan sumber daya daerah. Dukungan menyeluruh diberikan dalam bentuk kemitraan usaha dengan mengelola jaringan produksi pertanian dengan Koperasi Petani maupun Perkebunan yang membeli hasil produksi petani, agar terangkat harganya. Program pendampingan dan advokasi kaum tani yang terlangggar haknya juga kami diprioritaskan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s