Strategi Memperkuat Ketahanan Ekonomi Petani

Gejolak Ekonomi / Business Cycles

wahyudi gerbang taniGejolak ekonomi / business cycles, merupakan gejala yang melekat kepada sistem ekonomi pasar, yaitu dimana faktor-faktor produksi dimiliki perorangan dan pengambilan keputusan ekonomi/bisnis sebagian besar digerakkan oleh mekanisme harga dan pasar. Gejolak ekonomi tersebut sudah kurang lebih terpolakan, terdiri dari tahap-tahap: ekspansi, resesi, kontraksi dan revival / pemulihan, atau dengan istilah lain :

  1. The upper swing (prosperity phase, expansion);
  2. The upper turning point (down turn, crisis);
  3. The down swing (depression phase, contraction) dan
  4. The lower turning point (upturn revival).

Gejolak ekonomi tersebut semakin bersifat mengglobal, karena keterkaitan kegiatan ekonomi antar negara yang semakin kuat.

Kebijakan yang dilakukan pemerintah baik kebijakan fiskal maupun moneter bersifat parsial dan reaktif untuk mengurangi dampak dari gejolak ekonomi terutama terhadap pengangguran, sehingga tidak efektif dalam jangka panjang dalam rangka memperkuat ketahanan ekonomi secara keseluruhan.

Strategi Memperkuat Ketahanan Ekonomi dalam Rangka Menghadapi Gejolak Ekonomi

Strategi ekonomi untuk menghadapi gejolak ekonomi harus bersifat holistik (menyeluruh), opportunity driven (berorientasi kepada peluang), adaptif, jangka panjang dan sinergetik. Strategi pembangunan diarahkan untuk :

  1. Memperkuat keterkaitan antar sektor ekonomi, sehingga akan terjadi perubahan struktur ekonomi yang semakin seimbang dan saling menunjang.
  2. Memanfaatkan sumber-sumber domestik : sehingga sumber domestik menjadi komponen yang semakin berperan dalam perekonomian nasional.
  3. Memperkuat pasar domestik sehingga pasar domestik menjadi penentu pertumbuhan ekonomi.
  4. Memperkuat sektor ekonomi kerakyatan, menjadi sektor ekonomi yang berperan terhadap penciptaan lapangan kerja, penciptaan penghasilan baru, penciptaan inovasi-inovasi baru, dan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi.
  5. Memperkuat pembentukan human capital, sehingga tercipta knowledge based society.

Arah pembangunan tersebut saling melengkapi sehingga akan memperkuat ketahanan ekonomi baik didalam memenuhi kesejahteraan rakyat maupun dalam menghadapi gejolak ekonomi global.

Untuk mewujudkan perekenomian yang dapat mensejahterakan masyarakat sekaligus memiliki ketahanan terhadap gejolak ekonomi global diperlukan kebijakan-kebijakan pemerintah :

  1. Dalam bidang pendidikan dan pelatihan. Terutama yang menunjang ekonomi kerakyatan (misalnya pendirian Technological Business Incubator / TBI, di setiap kota dan kabupaten yang dapat menjangkau desa-desa).
  2. Perbaikan iklim investasi terutama yang menyangkut perpajakan/retribusi , perkreditan, pertanahan, dan perizinan.
  3. Pembangunan infrastruktur, terutama kelistrikan/energi, dan transportasi,
  4. Riset dan pengembangan. Dimana hasil-hasil riset tersebut dapat diakses dengan mudah dan murah bagi dunia usaha, khususnya bagi para pelaku ekonomi kerakyatan. Riset untuk pemanfaatan sumber-sumber domestik harus mendapat perhatian utama.
  5. Pengaturan perdagangan yang melindungi pasar domestik secara adil dan profesional. dan mengubah perilaku pembeli dalam negeri termasuk sektor publik untuk mengaprisiasi produk-produk dalam negeri.

Strategi Bagi Para Pelaku Ekonomi yang Sudah Bergerak dalam Bisnis Internasional

Wahyudi Gerbang TaniStrategi bagi para pelaku ekonomi yang sudah bergerak dalam bisnis internasional, tidak terlepas dari strategi pembangunan diatas.

Bagi para pelaku bisnis internasional bagaimana mempertahankan keunggulan kompetitif dalam gejolak ekonomi, yaitu dalam tahap ekspansi, resesi, kontraksi dan revival.

Strategi yang memungkinkan untuk dapat survive/ bertahan dan berkembang dalam menghadapi gejolak-gejolak ekonomi adalah yang bersifat adaptif terhadap gejolak-gejolak tersebut yaitu bauran strategi antara strategi biaya rendah (low cost strategy) dan strategy diferensiasi (differentiated strategy) dan segmentasi/bonding strategy.

Low cost strategy : dengan kualitas tertentu diusahakan biaya produksi dapat ditekan dengan memanfaatkan prinsip skala ekonomi, kapabilitas dari sumbersumber/faktor-faktor penentu biaya produksi, diversifikasi dan lain-lain.

Differentiated strategy : menciptakan keunikan produk sehingga pembeli bersedia membeli dengan harga yang melebihi biaya produksi. Keunikan dapat dalam bentuk produk/product feature, penampilan/performa, proses, delivery, dan lain-lain.

Kebijakan bauran strategi : disesuaikan dengan tahap gejolak ekonomi. Dalam tahap revival menuju ekspansi ditandai dengan bauran yang didominasi strategi diferensiasi secara bertahap. Dalam tahap resesi menuju kontraksi strategi bauran didominasi strategi biaya rendah yang bertahap.

Dengan strategi bauran yang disesuaikan tahap gejolak ekonomi diharapkan perusahaan dpat bertahan dalam tahap resesi dan kontraksi dan berkembang dalam tahap revival dan ekspansi,sehingga dalam jangka panjang dapat mempertahankan keungglan kompetitif.

Dalam melaksanakan strategi dauran, dunia bisnis harus memahami sifat-sifat tahap gejolak ekonomi dan memiliki kreativitas yang sangat tinggi di dalam menggunakan strategi bauran tersebut.

Untuk menunjang kemampuan dunia bisnis dalam menghadapi gejolak ekonomi berbagai kebijakan pemerintah diperlukan khususnya dan yang terutama mengenai peran lembaga-lembaga penelitian dan pengembangan dalam rangka menunjang pelaksanaan strategi bauran tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s