Kompos Sosial

UPAYA PEMANFAATAN SAMPAH UNTUK SOSIAL KEMASYARAKATAN

I. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Program pengabdian Gerbang Tani untuk dunia pendidikan dasar dan menengah tidak hanya berupa mata pelajaran saja tetapi juga belajar cara mengolah bahan yang tidak berguna menjadi berguna.

Kali ini sasarannya adalah pembuatan pupuk dimana daun – daun kering yang tidak berguna bisa dibuat menjadi pupuk sehingga anak – anak bisa belajar cara membuat pupuk, mulai dari pembuatan hingga pemasaran. Tidak hanya berhenti sampai disitu saja tetapi anak – anak juga diajari cara bersosialisasi, dengan cara menyumbangkan hasil penjualan pupuk ke organisasi sosial. Sehingga para instruktur di Gerbang Tani bisa memberikan metode pembelajaran lain bagi siswa siswi sekolah lanjutan, supaya tak membosankan dan dapat belajar benyak hal.

2. Tujuan

Pembuatan pupuk yang diselengarakan oleh Gerbang Tani dan sekolah binaan bukan hanya sekedar dianggap penyegaran / refreshing, tetapi mempunyai tujuan – tujuan tertentu. Pada proses pembuatan pupuk, siswa dapat belajar bagaimana cara membuat pupuk (mengolah sesuatu yang tidak berguna menjadi lebih berguna), bagaimana cara menjalin kerjasama dalam kelompok dan juga para siswa bisa belajar bagaimana cara bersosialisasi kepada anak – anak yang kurang beruntung.

3. Manfaat

Program pelatihan yang memakan waktu 2 bulan adalah waktu yang cukup lama bagi peserta didik untuk mengetahui dan memahami tentang cara pembuatan pupuk. Dari waktu yang cukup lama itu kami memperoleh manfaat yang sangat berharga. Baik manfaat untuk siswa, sekolah dan masyarakat. Manfaat itu antara lain :

a. Bagi siswa :
– Bisa mengetahui secara pasti proses pembuatan pupuk
– Memperluas wawasan dan pengetahuan
– Belajar cara bekerja sama dan bersosialisasi

b. Bagi sekolah :
– Mempererat dan mewujudkan keakraban antara sekolah dan siswanya, sehingga menjadi daya tarik tersendiri dari sekolah dan siswa
– Terciptanya hasil yang lebih baik dalam proses pembelajaran

c. Bagi masyarakat :
– Masyarakat dapat mengetahui cara – cara pembuatan pupuk dengan membaca karya tulis ini
– Masyarakat dapat menambah wawasan yang lebih banyak tentang cara mengolah daun kering menjadi pupuk
– Dapat membeli pupuk dengan mudah dan murah

Dari beberapa manfaat diatas, manfaat secara umum yang paling penting adalah memahami bagaimana cara bekerja sama, bersosialisasi dan menambah wawasan pengetahuan kita. Sehingga proses pembuatan pupuk ini bukanlah kegiatan yang tidak berguna. Tetapi dapat menimbulkan manfaat – manfaat penting.

II. PROSES PEMBUATAN PUPUK ORGANIK

1. Bahan Pembuat Pupuk Organik

a. Sampah kering non plastik, terutama daun – daunan
b. Air
c. EM 4
d. Tetes tebu
e. Kotoran hewan, seperti kambing dan sapi

2. Alat pembuat Pupuk Organik

a. 3 bak penampungan bervolume masing – masing 1,5 m3 yang mempunyai tutup diatasnya
b. Sekop, cangkul, arit
c. Bak tempat air
d. Mesin penggiling
e. Pengayak
f. Kaleng yang di gunakan untuk memasukkan pupuk ke dalam kemasan
g. Kemasan / plastik
h. Staples dan kertas

3. Proses Pembuatan Pupuk Organik

a. Proses pertama: Siapkan sampah daun – daunan, dan cacah menjadi kecil, kecil. Pencacahan ini dilakukan dengan tujuan agar proses penghancuran daunnya lebih cepat. Lalu masukkan potongan – potongan daun ke dalam bak 1 selama 1 minggu dengan menyiram air di atasnya dengan tujuan untuk pembasahan daun – daunan.

b. Proses kedua: Setelah pendiaman selama 1 minggu, sampah yang menjadi setengah membusuk di keluarkan dari bak 1 dan dicampur dengan kotoran hewan dan dibolak – balik dengan menggunakan sekop atau cangkul, selama proses pembolak – balikan tersebut siram daun – daunan tersebut dengan air, penyiraman ini di lakukan secara merata dengan tujuan mempercepat proses pembusukan. Lalu masukkan campuran daun, dan kotoran hewan tersebut kedalam bak 2. Setelah memasukan ke dalam bak 2, juga disiapkan 1 gelas tetes tebu berisi ± 240 ml, yang di campur dengan 1 bak air berisi ± 2 Liter. Siram terlebih dahulu 1 gelas EM4 ± 240 ml ke atas campuran yang ada dalam bak 2, setelah itu siramkan juga campuran air dan tetes tebu ke dalam bak 2, dan diamkan selama 2 minggu, sembari membuka tutup bak agar udara tidak panas, sehingga bakteri EM 4 tidak mati.

c. Proses ketiga: Setelah 2 minggu, keluarkan campuran bahan – bahan tadi dan masukkan ke dalam bak 3. Di dalam bak 3 terjadi pembusukan. Proses ini di lakukan selama 1 minggu.

d. Proses keempat: Keluarkan pupuk yang setengah jadi tersebut dan angin – anginkan di tempat yang telah di sediakan sampai kering dan siap di giling. Pada proses ini tidak bisa di tentukan berapa lama waktu pengeringan karena proses ini bergantung pada cuaca.

e. Proses kelima: Pupuk yang setengah jadi itu siap untuk digiling dengan mesin penggiling sampai halus. Setelah itu hasil penggilingan di ayak. Yang masih kasar akan digiling ulang, sedangkan yang sudah halus siap untuk di kemas dalam plastik.

f. Proses keenam: Masukkan hasil ayakan tadi ke dalam kemasan, dan timbang dengan berat 2 kg per kemasan.

g. Proses ketujuh: Selipkan kertas pada ujung kemasan , lipat, dan staples.
III. NILAI SOSIAL

Hasil pengolahan sampah menjadi pupuk organik yang dikerjakan oleh peserta didik akan kami manfaatkan untuk membantu petani dan kelompok tani.

Hasil produksi sampah menjadi pupuk organik oleh siswa – siswi dikemas dalam bentuk kemasan 2 kg yang di pasarkan ke masyarakat luas oleh siswa – siswi seharga Rp 3000 ,- per kemasan. Sekali produksi mendapatkan 350 kemasan, sehingga rencana pemasaran akan menghasilkan dana sebesar Rp 1.050.000,- .

Melalui kegiatan ini ternyata sangat membawa manfaat yang banyak bagi para siswa – siswi sekolah lanjutan, misalnya menjaga kebersihan lingkungan, melestarikan lingkungan, memanfaatkan barang – barang yang tidak berguna menjadi berguna, menerapkan disiplin ilmu yang kami peroleh di kelas, menumbuhkan rasa solidaritas terhadap sesama, khususnya bagi teman – teman yang berada di panti asuhan.

Adapun praktek pembuatan pupuk organik oleh siswa – siswi Gerbang Tani Madiun dapat di lihat di koran Radar Madiun terbitan tanggal 4 November 2008 dengan judul “Siswa Dikenalkan Pupuk Organik”, dan berbagai dokumentasi di mulai dari proses awal sampai pemasaran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s